Wednesday, February 7, 2018

Bantahan untuk 3 Ease Perpindahan Akidah Imam Asy’ari Versi Wahhabi



Bantahan untuk 3 Ease Perpindahan Akidah Imam Asy’ari Versi Wahhabi
Sebagaimana kita ketahui, akan pendapat para Kaum Wahhabi yang memaksakan pendapat dengan menduga bahwasannya Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari mengalami tiga fase peralihan aqidah selama hidupnya yang menjadikan alasan dapatnya mereka mencela dengan menyebutkan akidah beliau yang mengada-ada dan sebagainya. Diantara nya adalah fase dibawah ini:
1.    Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari mengikuti Madzhab Mu'tazilah.
2.   Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari mengikuti Al Imam Abdullah Bin Sa'id Bin Kullab.
3.   Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari kembali pada Madzhab Salafi versi Wahhabi.

Semua Fase yang diikuti Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari ternyata tidak benar menurut fakta yanga ada menurut leteratur kesejarahan, akan tetapi yang benar adalah Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari hanya mengalami dua Fase peralihan saja dan itupun tidak menyalahi apapun, justru beliau semakin kuat dengan pendiriannya
1.    Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari mengikuti Madzhab Mu'tazilah.
2.   Al Imam Abu Hasan Al Asy'ari mengikuti Madzhab Al Imam Abdullah Bin Sa'id Bin Kullab yang tidak lain adalah Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dari generasi Salaf.
Akan tetapi, para Dajjalun Kadzabun itu tetap bersikukuh bahwa Imam As Sya’ari berpindah fase sesuai kehendak mereka, dengan menambah fakta sejarah yang bahkan tidak sah dan tidak tercatat dalam sejarah. Dan dibawah ini merupakan beberapa fakta lapangan yang mereka lakukan, dengan pernyataan yang seenaknya, dengan pernyataan bahwa:
1.    Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari di masa hidupnya mengikuti Madzhab Mu'tazilah kemudian setelah keluar dari Madzhab Mu'tazilah Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari mengikuti Madzhab Al Imam Ibnu Kullab dan di akhir hayatnya Al Imam Abul Hasan Al Asy’ari kembali ke Madzhab Salafi versi Wahhabi.

2.   Al Imam Abdullah Bin Sa'id Bin Kullab bukan termasuk Ahlus Sunnah Wal Jama'ah menurut kaum Wahhabi yang memalsukan predikat beliau.

3.   Kitab Al Ibanah karya Al Imam Abu Hasan Al Asy’ari ialah kitab ketika di karang kembalinya Al Imam Al Asy'ari ke madzhab salafus sholeh versi wahabi,

Maka dari itu para muslimin aswaja membantah Kaum Wahhabi, dengan:
1. Bantahan Pertama
Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari adalah Imam yang sangat 'Alim di kalangan kaum Muslimin dan juga bukan laki-laki yang menyamarkan dirinya apalagi dalam kasus pengakuannya, dan sungguh masyhur beritanya, Al Imam Al Asy'ari memang awal mulanya menganut Madzhab Mu'tazilah, di kemudian hari Al Imam Al Asy'ari merujuk menjadi Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Al Imam Abu Bakar Bin Furok berkata: "Al Imam Al Asy'ari memang pertama kali mengikuti Madzhab Mu'tazilah tapi setelah itu pindah ke Madzhab Ahlus Sunnah Wal Jama'ah".

2. Al Imam Abdullah Bin Sa'id Bin Kullab adalah Imam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, di dalam kitabnya Ghoyah Al Marom Fi Ilmi Kalam, Al Imam Ibnu Kullab berkata : "Aku adalah termasuk Ahlus Sunnah di masa Kholifah Al Makmun Abdullah Bin Sa'id At Tamimi, dan akulah yang membantah kaum Mu'tazilah di Majelis Kholifah Al Makmun dan aku jelaskan tentang kebusukan Mu'tazilah".

Al Imam Ibnu Kholdun juga berkata :
"Sesungguhnya Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari mengikuti Metode (jalan) Al Imam Ibnu Kullab dan Al Imam Al Haris Al Mahasibi dan Al Imam Al Qolanisi, mereka semua adalah Ulama' yang selalu mengikuti Metode (jalan) Salaf versi Ahlus Sunnah Wal Jama'ah".

3. Kitab Al Ibanah karya Al Imam Al Asy'ari juga mengikuti metode Al Imam Ibnu Kullab, bukan berarti Al Imam Al Asy'ari mengarang kitab Al Ibanah, kembali ke Madzhab Salaf versi Wahhabi".

Al Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani berkata : "Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari mengarang kitab Al Ibanah di akhir hidupnya juga mengikuti metode Al Imam Ibnu Kullab dan metode Al-Imam Ibnu Kullab juga sama dengan Metode Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari".

Wafatnya Al Imam Abul Hasan Al Asy'ari

Al-Imam Abul Hasan Al-Asy'ari wafat pada tahun 324 H. Dan sungguh ketika itu para Ulama' Ahlus Sunnah Wal Jama'ah sangat bersedih, sedangkan orang-orang Ahli Bid'ah sangat senang dengan Wafatnya Al Imam Abul hasan Al Asy'ari.

Referensi :
1. Thobaqot Al-Kubro Asy-Asyafi'iyah karya Al-Imam Tajuddin As-Subuki (Juz 3. Hal 365).
2. Tabyin Kidibz karya Al-Hafidz Ibnu 'Asakir (Hal 103).
3. Thobaqot Al Kubro Asy Asyafi'iyah karya Al Imam Tajuddin As Subuki (Juz 3. Hal 360).
4. Muqaddimah Al Luma' karya Doktor Al Ustadz Hamudah Ghorobah.
5. Wafiyat Al A'yan karya Al Imam Ash Sofadi ( Juz 3. Hal 284).
6. Siyar An Nubula' karya Al Hafidz Adz Dhahabi (Juz 15. Hal 89).
7. Muqaddimah Al Imam Ibnu Kholdun ( Hal 853).
8. Thobaqot Asy Syafi'iyah karya Al Imam Ibnu Qodi Suhbah (Juz 1. Hal 78).
9. Muqaddimah Al Imam Ibnu Kholdun (Ibid).
10. Thobaqot Asy Syafi'iyah karya Al Imam Al Asnawi (Juz 2. Hal 178).
11. Lisan Al Mizan karya Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani ( Juz 3. Hal 291).

Wallahu a’lam,


No comments:

Post a Comment

Tawassul, Manakib dan Sya’ir sebelum Melaksanakan Shalat

Tawassul, Manakib dan Sya’ir sebelum Melaksanakan Shalat Perlunya ada pelurusan tentang tawassul, karena banyaknya saudara kita yang ...