Wednesday, January 31, 2018

Sejarah Abad Pra Islam



Sejarah Abad Pra Islam
Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini kita akan berselancar ke masa lampau, dimana Islam mengarungi lautan cobaan dari mula masa awal sampai mempunyai kekuasaan meliputi berbagai negara, hingga perpecahan menjadi kedinastian akibat dari perkembangan politik.

Petra, kota yang dibangun di jazirah arab sebelum kemunculan Islam.
 
Prasasti Kaum saba


Kaum saba’ adalah masyarakat kuno yang menghuni daerah barat daya Arab, sebelum kemunculan Islam. Sepertinya, sejak lampau telah ada orang yang bertempat  tinggal di Jazirah Arab, kemungkinan melalui jalur Sinai dari Mesir. Tidak banyak diketahui mengenai orang-orang ini, karena tidak banyak kegiatan Arkeologi yang dilakukan di Jazirah Arab modern, yang kini menjadi negara Arab Saudi, Yaman, Qatar, Oman, dan Uni Emirat Arab. Kemungkinan orang-orang ini memiliki peradaban awal yang cukup berkembang.
Bagian Barat daya di Jazirah Arab memperoleh lebih banyak curah hujan daripada bagian Utara dan Timur, sehingga di daerah ini lebih banyak orang yang bercocok tanam. Meskipun demikian, tetap saja di daerah ini tidak terdapat terlalu banyak air, sehingga orang membangun bendungan besar untuk menyimpan air untuk irigasi. Mereka juga membangun istana-istana besar, meskipun tidak banyak yang bertahan pada masa kini. Ratu Bilqis, yang dalam Al Quran disebutkan pernah mengunjungi Nabi Sulaiman, kemungkinan adalah penguasa kerajaan daerah ini dan hidup sekitar tahun 900 SM.
Karena kurangnya air, di daerah Utara dan Timur sebagian besar orang tidak bertani ataupun beternak. Mereka menjadi pengembala, dan mengembalakan domba di Jazirah Arab, dan berkelana dari padang rumput yang satu ke padang padang rumput lainnya bersama domba-domba mereka. Banyak dari gembala ini ikut terlibat pula dalam perdagangan. Orang Asia Barat melakukan kegiatan jual-beli dengan orang India. Beberapa pedagang menggunakan jalur laut dari India mengelilingi Jazirah Arab menuju Laut Merah, beberapa lainnya melalui darat dan menjelajahi Jazirah Arab dengan kafilah yang ditarik kuda, keledai, atau unta.
Nabi Muhammad lahir  pada tahun 570 M di kota dagang Mekah, Semenanjung Arabia. Orang tua beliau adalah keluarga pedagang, bukan termasuk keluarga penguasa Mekah, tapi juga bukan keluarga yang miskin. Akan tetapi, Nabi Muhammad sendiri tumbuh dalam keadaan miskin, karena kedua orang tuanya telah meninggal ketika beliau masih berusia muda. Beliau diasuh oleh kakeknya, dan beliau tumbuh menjadi seorang pedagang.
Setelah dewasa, beliau menikahi seorang janda bernama Khadijah, yang suami pertamanya merupakan seorang pedagang. Mereka menikah pada saat Nabi Muhammad berusia 25 tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun (menurut sebagian ulama).
Ketika berusia 40 tahun, Nabi Muhammad mengutarakan bahwa beliau didatangi oleh Malaikat Jibril, yang memberitahukan nya bahwa hanya ada satu Tuhan, dan bahwa menyembah berhala adalah perbuatan batil dan salah. Nabi Muhammad juga menyebutkan bahwa Malaikat Jibril mewahyukan nya ayat-ayat suci Al Qur’an.
Pada awalnya, orang Mekah merasa bahwa dakwah beliau tidak berpengaruh apapun. Namun, seiring waktu berjalan, dukungan kepada Nabi Muhamamad pun semakin besar terutama dari kaum bawah (rakyat). Akhirnya, Nabi Muhamamad mulai secara terang-terangan menyeru orang Mekah untuk berhenti menyembah berhala, setelah melalui dakwah dari pintu ke pintu orang terdekat beliau.
Akhirnya bergejolaklah kemarahan orang Quraisy dan menganiaya serta mencoba membunuh Nabi Muhammad dan menyiksanya, dan bahkan membunuh para pengikutnya kaum Muslimin. Tidak tahan dengan tekanan orang Quraisy, sejumlah orang Muslim menyelamatkan diri ke Ethiopia. Nabi Muhamamad sendiri pergi ke kota Madinah di dekat Mekah, sebuah kota pertanian yang dihuni oleh beragam suku Arab bersama dengan banyak orang Yahudi dan Kristen yang berpengaruh. Perjalanan Nabi Muhammad ke Madinah dilakukan pada tahun 622 M (berhijrah), tahun tersebut menjadi tahun awal penetapan waktu dalam kalender Islam (Hijriah).



Gua Khira (tempat pertama kali Nabi Muhammad menerima wahyu)

Meskipun gagal meyakinkan orang Yahudi untuk memeluk Islam, namun disanalah beliau mulai memiliki banyak pengikut. Pada tahun 630 M, beliau memimpin kaum Muslim menaklukan Mekah. Setelah itu, memperoleh kemenangan lainnya melawan suku-suku Arab. Pada akhirnya banyak suku Arab yang mempercayai Nabi Muhammad dan mengikuti ajarannya. Nabi Muhammad meninggal pada tahun 8 Juni 632 M pada usia 63 tahun.
Setelah kepulangan beliau (Nabi Muhammad) pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dan suku-suku Arab yang baru saja dipersatukan, dilanjutkan oleh mertuanya (dari istri keduanya) Abu Bakar ra. Abu Bakar menjadi khalifah selama dua tahun dan beliau  berhasil mempersatukan seluruh Jazirah Arab dalam naungan Islam.
Terjadi pemberontakan oleh suku-suku Arab setelah sepeninggalan Nabi Muhammad, yang disebut Perang Riddah. Dengan meninggalnya beliau saw, banyak suku yang merasa bahwa tak ada lagi alasan bagi mereka untuk bersatu dan mereka ingin merdeka sendiri. Kemudian Abu Bakar mengerahkan pasukannya dan berhasil memenangkan konflik ini, membawa kembali suku-suku Arab tersebut ke dalam Kehalifahan Islam.
Abu Bakar mewariskan kekhalifahan kepada Umar bin Khattab pada tahun 634 M. Tidak lama setelah menjadi khalifah, Umar ra  melancarkan serangan ke Kekaisaran Romawi Bizantium dan Persia Sassania. Serangannya kala itu banyak yang berhasil. Orang Arab, yang telah banyak bertempur demi Romawi dan Sassania, mengetahui bahwa kedua kekaisaran itu tak lagi memiliki pasukan yang tangguh akibat konflik antara keduanya yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Sayyidina Umar ra terbunuh pada tahun 644 M dan digantikan oleh Khalifah Utsman bin Affan.
Terdorong oleh kemenangan-kemenangan awalnya, Utsman dan pasukannya menyiapkan kampanye penuh dan pada tahun 651 M, mereka berhasil merebut sebagian besar Asia Barat, mulai dari pesisir Laut Tengah hingga Iran Timur.


Wilayah terluas Kekhalifahan Rasyidin


Khalifah Utsman wafat pada tahun 656 M dan digantikan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib. Di bawah kepemimpinan Khalifah Ali, pasukan Arab menyerbu Mesir dan Afrika Utara. Meskipun beliau Khalifah Ali runtuh dan wafat pada tahun 661 M, pasukan nya terus melanjutkan serangan dan berhasil menyeberangi Selat Gibraltar untuk kemudian menyerang Spanyol pada tahun 710 M. Keempat orang khalifah tersebut dikenal sebagai Khulafaur Rasyidin dan pemerintahan Islam pada masa mereka disebut Kekhalifahan Rasyidin.
Kairouan adalah kota yang oleh banyak Muslim dianggap sebagai kota Islam tersuci keempat, didirikan pada akhir tahun 600 M. Ketika orang Arab memasuki Afrika Utara, mereka membangun banyak benteng kecil untuk berjaga-jaga dari serangan musuh, terutama di sepanjang pesisir. Benteng-benteng ini disebut Ribats. Banyak peninggalan dari benteng itu masih ada hingga saat ini.
Dinasti Umayyah
Setelah wafatnya Khalifah Ali, mulai muncul perseturuan keagamaan dan politik antara pengikut golongan Islam konservatif  yang disebut Sunni, dengan pengikut Ali yang lebih radikal yang disebut Syi'ah. Golongan Sunni menang dan mendirikan Kekhalifahan Umayyah, yang beribukota di Damaskus, Suriah.
Wilayah terluas Dinasti Umayyah


Di Yerusalem, Umayyah membangun Kubah Shakhrah (Masjid Kubah Batu), salah satu masjid besar pertama. Mereka, mulai membangunnya pada tahun 687 M dan menyelesaikannya pada tahun 691 M.

Kubah Shakhrah
Gerakan Dinasti Umayyah pada akhirnya harus terhenti di beberapa tempat. Di Barat, pasukan Romawi berhasil menghalau serangan pasukan Muslim terhadap Konstantinopel pada tahun 674-678 M dan kemudian pada tahun 717 M. Raja bangsa Frank, Charles Martel, kakek Charlemagne, memukul mundur serangkaian serbuan pasukan Muslim di Prancis pada tahun 732 M. Di Timur, Kekhalifahan Islam berhadapan dengan Tiongkok Dinasti Tang, yang juga sedang meluaskan wilayahnya. Meskipun pasukan Arab memenangkan pertempuran besar melawan Tiongkok pada tahun 751 M di dekat Samarkand di Asia Tengah, perbatasan antara kedua negara ini tidak mengalami banyak perubahan.
Dinasti Abbasiyyah
Pada tahun 750 M Kekhalifahan Umayyah digantikan oleh Kekhalifahan Abbasiyah, yang membunuh semua anggota dinasti Umayyah, kecuali satu orang. Abbasiyah kurang tertarik pada pesisir Laut Tengah dibandingkan Umayyah, dan mereka lebih berfokus pada dataran Irak dan Iran, dan tidak terlalu memperhatikan daerah pesisir seperti Israel, Suriah, Lebanon, dan Mesir. Pada tahun 762 M, Abbasiyah memindahkan ibukota dari Damaskus di Suriah ke Baghdad di Irak.
Baghdad dengan cepat menjadi kota yang besar dan maju, yang dihuni oleh para penutur bahasa Aram, Arab, dan Persia. Banyak kelompok orang berbeda yang tinggal di sana, di antaranya orang Arab, Persia, Yahudi, dan Yunani. Beberapa agama disembah di sana, selain mayoritas Islam, ada pula penganut Kristen, Yahudi, dan Zoroaster. Pada sekitar tahun 800 M Baghdad kemungkinan di tempati oleh hampir setengah juta orang (separuh penduduk Roma pada masa Kekaisaran Romawi) dan menjadi kota terbesar di dunia di luar Tiongkok.

Tawassul, Manakib dan Sya’ir sebelum Melaksanakan Shalat

Tawassul, Manakib dan Sya’ir sebelum Melaksanakan Shalat Perlunya ada pelurusan tentang tawassul, karena banyaknya saudara kita yang ...