Wednesday, January 3, 2018

Muqoddimah



Muqoddimah

Alhamdulillah wa sholatu wa ssalamu a’la asrofil anbiya wal mursaliin wa a’la aalihi wa sohbihi ajmaiin. Ama ba’du
HR. Daruquthin dari Anas
Qaala Rasulullah “Barang siapa yang menipu ummatku, maka baginya laknat Allah para malaikat dan seluruh manusia”. Dan sebagimana sabda Rasulullah saw yang menyatakan akan ada nya dajjalun kaddzabuun(orang pintar pendusta)di fase akhir jaman kita ini.
Dengan ini kami berupaya mengembalikan dan meluruskan tentang amalan bid’ah yang sering kali menjadi alat fitnah bagi para ulama dan kaum muslimin. Utamanya membuat resah keadaan beragama di kalangan awam ilmu. Yang mana menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang yang tak tahu seluk beluk hukum syar’i.
Dikarenakan dewasa ini marak nya fitnah yang ditujukan pada satu kelompok oleh para Wahabi, kita sebut saja karena ini merupakan ultimatum dalam peperangan berilmu yang menyangkut kebenaran sejarah ummat. Maka jangan heran jika dalam artikel ini banyak membahas tentang wahabi, karena dari sudut pandang ulama dan ilmu sudah menjurus kepada pengkufuran serta merusak akidah. Maka sewajarnya di sebutkan namanya untuk mengantisivasi ketidaktahuan. Dan dalam hal ini, bisa kita artikan dengan makna berjihad dalam berilmu, karena sedang melawan penghapusan sejarah yang menyesatkan.
Timbul banyak keresahan dan kebimbangan di kalangan muslimin semua, akibat tingkah polah mereka yang memanfaatkan orang awam, oleh orang berilmu yang hasad dan pendusta dengan kata-kata manis mereka, yang bertujuan merusak akidah dan menghilangkan sejarah. Nanti akan terlihat ketika anda membaca sedikit pengetahuan umum dari sejarah islam yang kami hadirkan dalam artikel ini, dengan menampilkan beberapa riwayat yang disembunyikan dalam tiap pembahasan mereka Wahabi.
Setiap apa yang mereka ucapkan disetiap pertemuannya, hanya mengolok-olok para Ulama Mujtahid dan Ulama Ahlus Sunnah dengan kata-kata yang tak etis di dengar khalayak, dan tak pantas bagi seorang berilmu merendahkan pembuat ilmu tersebut. Bahkan, berani menyembunyikan sebagian kebenaran Hadis yang menjadi sandaran landasan dasar para muslimin umumnya, sehingga terjadi gejolak dikalangan awam.
Ini bisa dikategorikan dengan kata serangan politik terhadap ummat Islam dengan mengatasnamakan Agama. Maka sungguh laknat, jika mereka benar-benar berbicara dengan tujuan demikian. Karena, penjelasan mereka yang terkesan menyembunyikan Hadis, dan adanya sebagian orang yang kurang pengetahuannya dilibatkan untuk jadi pendakwah, sehingga merusak tatatertib keilmuan secara dohir.
Sudah menjadi hal maklum dikalangan Ulama dan para santri tentang darimana asal mereka dan apa tujuan mereka, karena indikasi dan kejadian ini sudah di nas kan dalam Hadis dan Quran, serta danya fakta lapangan tentang kegiatan mereka di lapangan. Harus anda ketahui sekarang semua kaum(negara kafir)selain Islam, termasuk para munafik sedang mengincar kita dari berbagai macam sudut dan kondisi. Maka dari itu jangan lengah dengan mereka. Dan perbanyaklah pengetahuan anda. Apalagi sekarang hal yang mereka bawa dan sampaikan dapat merusak keutuhan keislaman, dengan cara menyelinap dibawah nama Islam dengan ajaran agama yang bertujuan menyasar para muslim yang awam ilmu, dengan sunnah yang beresensi makna yang tak lengkap dan dipelintir maksud dari murod dan tujuan Hadisnya.
Maka dari itu, semoga sedikit artikel ini bisa bermanfaat dan membantu kawan sekalian, dalam berpandangan secara sunnah yang benar. Dan biasakan di baca sampai akhir, karena menyangkut keterkaitan makna yang tak akan sempurna jika terlewat, dan akan menimbulkan kesalahfahaman jika tak mengerti tujuan maknanya. Selamat menyimak dan jangan lupa membaca Bismillah. “Kullu amrin dii balin la yubda’u bi basmalati fahuwa aqtho”, setiap perkara yang baik jika tak diawali dengan bismillah maka putus berkatnya(kebaikannya).
Selamat membaca😊😊😊
Wassalamua'laikum

No comments:

Post a Comment

Tawassul, Manakib dan Sya’ir sebelum Melaksanakan Shalat

Tawassul, Manakib dan Sya’ir sebelum Melaksanakan Shalat Perlunya ada pelurusan tentang tawassul, karena banyaknya saudara kita yang ...